Minggu, 2009 April 12

Julian: 'RISE UP', Debut Andalan Berbumbu Cinta

Satu lagi jebolan INDONESIAN IDOL yang mencoba berkiprah di dunia musik tanah air. Dialah Julian, finalis musim ke-4. Di album debutnya yang diusung Rajawali Records ini, Julian memilih piano sebagai instrumen utama. Beberapa arranger pun digaetnya, termasuk Andy Bayou Irawan, Ari Bias, Dodiek Lavilla, serta Uray K.

Pemilihan Julian untuk mengusung piano di albumnya begitu pas. Tapi memang sudah tak diherankan lagi bagi para penggemarnya. Pasalnya, Julian sendiri tercatat pernah mengukir prestasi sebagai keyboardist terbaik se-Jambi selama 17 kali, 5 kali di antaranya Tingkat Sumatera.

Di lagu pertama berjudul Demi Cinta, ciptaan Dodiek Lavilla, suara khas Julian langsung membahana dengan iringan dentingan piano, yang dibumbui gitar di tengah lagu. Sayangnya, suara indah Julian terasa lebih tenggelam di antara musik yang apik diramu. Masih mengusung gaya jazz yang unik, sekilas dari nada suaranya, Julian seakan 'meniru' gaya penyanyi asal Filipina, Christian Bautista.

Lagu berikutnya, ia mengandalkan Lelaki, lagu mellow yang bisa membuat pendengar berangan. Awalnya dimulai dengan dentingan gitar, simple tapi menghanyutkan. Di tengah, lagu ciptaan Pace ini diberikan sentuhan sedikit gitar listrik bercampur piano. Lirik lagu yang berulang-ulang pun terasa tidak membosankan.

Di lagu ketiga, Kau Milikku, dilihat dari judulnya, benar saja lagu ini dimulai dengan lantunan yang Julian yang sedang terluka. Suara yang mirip Glenn Fredly membuat lagu ini makin menyayat. Bercerita tentang kerinduan seseorang yang masih menyayangi mantan pasangannya di sisa hidupnya. Disambung lagu selanjutnya, Julian masih berkisah tentang kesedihan, yakni seputar tak bisa memiliki. Namun, dengan musik yang lebih ceria, di lagu yang lebih ngepop ini Julian lebih bisa menerima jka Takdirmu Bukan Untukku.

Dari semua 10 lagu andalannya, ada dua lagu yang diciptakan oleh Julian sendiri yakni Terpisah dan Believe In You, satu-satunya lagu berbahasa Inggris di album ini. Hasilnya? Boleh dibuktikan sendiri. Pastinya lagu ini masih berkisah tentang kesedihan dengan pop dan suara Julian lebih mirip boysband.

Cowok bernama lengkap Julian Anthony Syahputra ini tinggal menjemput saat keemasannya. Melalui album RISE UP, ia makin dekat saja ke dunia harapannya, menjadi musisi ternama di Indonesia.


Jakarta - Cuti 4 bulan dan menyiapkan materi album 2 tahun akhirnya inilah persembahan The All-American Rejects (AAR), 'When The World Comes Down'. Beginilah jika AAR berusaha total.

Band asal Oklahoma yang berdiri sejak 2001 itu membuka perjumpaan dengan single 'Gives You Hell'. Lagu itu cukup catchy untuk jadi single, dengan nuansa pop dan sedikit bising di bagian akhirnya.


'I Wanna' dan 'Damn Girl' terdengar lebih "keras" dari karya-karya mereka sebelumnya. Namun 'Fallin' Apart' punya lirik yang oke punya.

In your garden where the roses sleep
I can make you anythi' you wanna be
When that body's close to me
I can give you anythin' you'd ever need

'Breakin' dikemas dengan beat drum yang unik. Masih dengan nuansa rock alternatif bersentuhan emo. Sementara 'Mona Lisa (When The World Comes Down)' lebih mellow ketimbang track lainnya. AAR juga membubuhkan iringan hammond di beberapa bagian.

Di 'Another Heat Calls' band yang berpersonelkan Tyson Ritter, Nick Wheeler, Mike Kennerty dan Chris Gaylor berkolaborasi dengan dua penyanyi perempuan yaitu Catherine & Allison Pierce. Mereka membubuhkan orkestra di dalamnya.

Track lain yang tak boleh Anda lewatkan yaitu 'Believe' dan The Wind Blows'. Sebagai bonus mereka juga menambahkan 6 lagu yang masih berbentuk demo.

Secara keseluruhan, album ini sepertinya kurang "nendang" dari yang sebelumnya. AAR terlihat lebih memaksakan karyanya keluar saja. Namun betapa sayang jika track-track canggih ini diabaikan bukan?

Daftar track album 'When the World Comes Down' AAR:
1. I Wanna
2. Fallin' Apart
3. Damn Girl
4. Gives You Hell
5. Mona Lisa
6. Breakin'
7. Another Heart Calls feat Catherine & Allison Pierce
8. Real World
9. Back to Me
10. Believe
11. The Wind Blows